Walaupun Meraih Kesuksesan Di Super Mario Run, Saham Nintendo Terus Merosot

Popularitas Super Mario Run dapat dikatakan terus melesat dihitung pertama kali diluncurkan akan tetapi trend positif tersebut tidak diikuti oleh pengembang game ikonik tahun 90-an tersebut, Nintento. Hal ini dikarenakan saham salah satu raksasa konsol yang berasal dari Jepang tersebut terus merosot.

Padahal dalam 4 hari pertamanya, Super Mario Run telah diunduh sebanyak 40 juta kali. Dikutip dari Business Insider, salah satu majalah dan juga portal berita bisnis terkemuka dunia tersebut menyebut bahwa Super Mario Run belumlah cukup untuk mendongkrat Nintendo ataupun memuaskan para investor dari Nintendo.

Pergerakan yang tidak normal ini berbanding terbalik dengan periode ketika Pokemon Go naik daun. Ketika itu saham Nintendo juga terdongkrak naik berkat game yang dikembangkan oleh Niantic Labs tersebut padahal Nintendo pada saat ini tidak terlibat dalam pengembangan hanya bersifat sebagai pemiliki Hak Cipta Pokemon.
Walaupun Meraih Kesuksesan Di Super Mario Run, Saham Nintendo Terus Merosot
Penyebabnya di sinyalir terdapat pada keputusan Nintendo untuk menjual putus Super Mario Run seharga USD 10 kepada pemain ataupun gamers yang ingin bermain game ini. Super Mario Run adalah game yang tersedia dalam 2 mode yaitu mode gratis yang dimana pemain hanya dapat memainkan 3 level diawal dan mode kedua adalah mode berbayar yang dimana pemain dapat bermain semua level yang disediakan.

Berbeda dengan Super Mario Run, Pokemon Go tersedia secara gratis untuk dimainkan akan tetapi terdapat sistem in-app purchase yang dimana dapat pemasukan terus menerus dari para pemainnya yang membutuhkan PokeCoin yang harus di beli atau diisi dengan uang asli.

Dari sisi ini, sepertinya para investor melihat bahwa pembuat Pokemon Go lebih mengerti keadaan pasar game mobile. Hal ini dikarenakan game sejenis Pokemon G0 dapat terus mengeruk uang dari konsumen yang ingin memberli PokeCoin atau istilahnya adalah cash item dari pada Super Mario Run yang hanya dapat menghasilkan pemasukan pada tahap awal.

Bos Nintendo Bocorkan Harga Switch

Walaupun baru saja diumumkan secara resmi pada pertengahan Oktober 2016 lalu, banyak gamer yang masih sangat penasaran dengan harga konsol anyar Nintendo yaitu Nintendo Switch. Melalui pernyataan terbaru dari presiden Nintendo Tatsumi Kimishima pun memberikan sedikit bocoran mengenai harganya.

Konsol yang akan segera meramaikan pasar game konsol ini diharapkan oleh banyak orang akan dibanderol dengan harga yang kompetitif dengan konsol yang sudah ada saat ini seperti PlayStation 4. Sebagai perbandingan PlayStation 4 Pro yang dirilis pada tanggal 10 November mendatang dipatok dengan harga 399 dollar AS atau sekitar Rp 5.2 juta.
bos-nintendo-bocorkan-harga-switch
Harga tersebut merupakan harga yang sama dengan harga yang dibanderol oleh Microsoft untuk Xbox One S. Untuk mengobati rasa penasaran dari para gamer, Kimishima dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa pada intinya Nintendo tidak akan menjual produk yang mengarah pada kerugian perusahaan.

“Kami akan bahagia dan bangga jika konsumen yang dapat menikmati produk Nintendo berasal dari berbagai kalangan. Kami juga tetap berpikir mengenai ekspektasi konsumen terhadap brand Nintendo sendiri,” kata Kimishima.

Walaupun Kimishima tidak menyebut harga Switch secara spesifik. Akan tetapi, secara tdak langsung melalui pernyataannya tersebut mengenai ekspektasi konsumen terhadap produk konsumen dapat menjadi rujukan pada harga konsol Nintendo sebelumnya. Sebagai contohnya adalah Wii pertama kali dirilis dengan harga sekitar 250 dollar AS atau Rp 3.2 juta sedangkan untuk Wii U sendiri dijual dengan 300 dollar AS atau sekitar Rp 3.9 juta.

Jika Nintendo ingin mempertahankan istilah sebagai brand yang menjual sesuai dengan ekspektasi konsumen maka harga yang akan dibanderol Nintendo untuk Switch akan dibanerol dengan harga 250 dollar AS hingga 300 dollar AS.