Setelah Tangkap Pokemon Langka, Kakek Ini Meninggal Dunia

Walaupun popularitasnya terus menurun, Pokemon Go ternyata masih memiliki banyak pemain setia yang masih mau http://www.temanpoker99.com memhabiskan harinya dengan berjalan-jalan untuk mencari Pokemon. Salah satunya adalah Liang Weiming yang berusia 67 tahun.

Warga negara asal Singapura tersebut merupakan salah satu pemain Pokemon Go yang setia. Hingga Minggu 26 February kakek tersebut masih bermain Pokemon Go dan berhasil memperoleh Pokemon langka yaitu Lapras. Pokemon tersebut berhasil ditangkap di area sekitar Marina Bay Sands, Singapura.
Setelah Tangkap Pokemon Langka, Kakek Ini Meninggal Dunia
Akan tetapi ironisnya, tidak lama setelah berhasil menangkap Pokemon jenis naga air tersebut. Weiming mendadak agen poker terkena serangan jantung yang parah. Karena tidak sempat ditangani, Weiming akhirnya harus menghembuskan napas terakhirnya.

Menurut istri Liang Weiming, suaminya tersebut memang mengandrungi permainan Pokemon Go selain itu dirinya juga mengidap penyakit jantung. Serangan jantung yang merengut nyawa suaminya disinyalir disebabkan karena dirinya yang terlalu senang dan bahagia karena berhasil mendapatkan Lapras yang merupakan salah satu Pokemon langka dalam permainan Pokemon Go.

Weiming adalah salah satu pemain Pokemon Go asal Singapura yang setia dengan permainan besutan Niantic Labs tersebut. Dirinya rutin daftar poker berjalan-jalan keseluruh kawasan Singapura yang terkenal terutama kawasan wisata seperti Marina Bay Sands untuk menangkap Pokemon sejak game besutan Niantic tersebut diluncurkan beberapa tahun yang lalu.

Tokoh Manga Jepang Menjadi Wajah Olimpiade Tokyo 2020

Berbagai bentuk persiapan dilakukan oleh panitia Olimpiade Tokyo 2020 dan juga pemerintah Jepang. Tidak ketinggalan, Jepang telah menunjuk agen togel ambassador atau duta untuk Olimpiade 2020 yang mana diambil dari karakter film anime terkenal asli Jepang.

Selain identik dengan negara yang memiliki teknologi yang maju, Jepang juga dikenal sebagai negara yang memiliki budaya pop yang kental. Salah satu dari budaya pop tersebut adalah munculnya banyak film anime dan juga manga yang telah sejak lama menyebar luas di seluruh dunia bahkan beberapa manga dan anime masih menjadi favorit diseluruh penjuru dunia.
Tokoh Manga Jepang Menjadi Wajah Olimpiade Tokyo 2020
Karena memiliki potensi yang begitu besar pada budaya anime dan manga nya tersebut, pemerintah Jepang akhirnya memutuskan untuk menggunkana karakter anime sebagai salah satu media untuk mempromosikan Olimpiade Tokyo 2020 uang akan diselenggarakan tiga tahun lagi. Informasi disampaikan oleh saluran resmi panitian Olimpiade 2020, Olympic Channel di situs resmi Facebook.

“Bersiap untuk bertemu dengan para ambassador dari Olimpiade Tokyo 2020,” tulis akun tersebut. Olympic Channel juga menyertakan togel Hongkong video yang isinya memperkenalkan karakter anime yang dimaksudkan sebagai ambassador Tokyo 2020.

Total terdapat 9 karakter yang telah dipilih sebagai wajah Olimpiade Tokyo 2020. Para karakter tersebut Yo Jbanyan yang berasal dari Yo-Kai Watch, Son goku yang bersal dari Dragon Ball, Monkey D. Luffy yang berasa dari One Piece, Naruto yang berasal dari Naruto, Usagi Tsukino dari Sailor Moon, Mighty Atom yang berasal dari Astro Boy dan yang terakhir adalah Nohara Shinnosuke yang adalah tokoh dari Crayon Shin-can.

Lini karakter ini yang disebut sedikit berbeda karena pada awal kampanye Olimpiade Tokyo 2020, pemerintah Jepang http://www.teman4d.com dan panitia pada tahun 2016 lalu terdapat karakter Captain Tsubasa, Pokemon dan juga Mario Bros. Tidak hanya itu, karakter=karakter baru ini telah dipilih menjadi official merchandise untuk Tokyo 2020.

Ubisoft Tetapkan Tanggal Untuk Beta Test Game For Honor

Perusahaan pengembang game terkemuka dunia asal Perancis, Ubisoft disebut telah menetapkan dan bersiap-siap untuk melakuakn beta test perdana untuk game For Honor. Beta test untuk game terbarunya tersebut disebut akan pada awal tahun 2017 ini. Beta test ini diharapkan dapat menawarkan keseruan dalam agen Sbobet bermain game kepada para gamer yang akan ikut berpartisipasi pada beta test ini.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Ubisoft disebutkan bahwa game For Honor ini akan diuji pada tangal 26 hingga 29 January atau selama 4 hari. Uji coba ini dilakukan dengan maksud mencari bug ataupun glitch yang terdaapt didalam game sehingga tidak akan menganggu para gamer ketika memainkannya setelah resmi dirilis kepasaran.

Untuk pada mengikuti beta test ini, gamer diharuskan mendaftarkan diri ke situs resmi For Honor. Nantinya didalam game tersebut, gamer akan diharuskan Sbobet Casino untuk memilih salah satu klan atau faksi yang akan dijadikan karakter utama. Ketiga karakter tersebut adalah The Knights, The Vikings dan yang terakhir adalah The Samurai.

Bagi yang ikut berpartisipasi, Ubisoft akan memberikan penghargaan yang masih belum diumumkan bentuknya. Akan tetapi jiak berdasarkan pada kebiasaan para pengembang game, penghargaan atau reward tersebut biasanya berhubungan langsung dengan game yang mereka coba tersebut seperti item ataupun equipment unik.

Sebelum beta test, Ubisoft telah lebih dahulu menjalankan alpha test pada akhir tahun 2016 lalu. Ubisoft berencana untuk https://www.temanjudi.com segera merilsi game ini setelah beta test selesai digelar dengan target tanggal rilis adalah pada pertengahan bulan February 2017. For Honor akan menjadi salah satu game yang mendapatkan perhatian besar dari gamer pada tahun 2017. Game ini akan tersedia untuk platform PlayStation 4 dan Xbox One.

Action Figure Ini Dibanderol Rp 26 Juta Karena Menjadi Maskot Studio Game

Hengkang dari Konami, desainer game kawakan Hideo Kojima langsung membuat studio game baru miliknya sendiri dengan nama Kojima Productions. Studio ini pun membuat maskot unik yang telah dirilis dalam bentuk action figure yang mencapai skala 1/2.

Oleh Kojima, action figure merupakan hasil garapan bersama dengan Prime 1 Studio ditawarkan ke publik. Banderol yang untuk action figure ini tergolong cukup mahal karena Kojima menawarkan action figure yang menjadi maskot dari studio miliknya tersebut dibanderol dengan harga USD 2.000 atau sekitar Rp 26,9 juta.
Action Figure Ini Dibanderol Rp 26 Juta Karena Menjadi Maskot Studio Game
Maskot yang diberi nama Ludens ini memiliki wujud manusia yang mengenakan seragam yang mirip dengan astronot yang diberi nama oleh Kojima sebagai extra-vehicular Activity atau EVA. Menurut deskripsi dari Action Figure yang telah dipajang di situs resmi studio Kojima ini, pembuatnya menyebutkan bahwa desainya dibuat dengan teknologi tinggi. Permukaan dari seragam EVA ini menggunkan pola Turing yang terinspirasi dari mesin Turing.

Action fiture Ludens ini memiliki tingg mencapai 63 inci sehingga lebih cocok disebut sebagai patung daripada action fiture. Beberapa detail juga dmasukan oleh pembuatnya seperti lampu LED yang terbenam didalam helm.

Dalam pembuatannya, Kojima menyerahkan urusan desain pada Yoji Shinkawa dari Metal Gear. Selain mahal, Ludens juga rencananya akan diproduksi secara ekslusif dan edisi terbatas. Kojima disebut hanya akan membuat patung sebanyak 150 buah yang mana nantinya semua action figure tersebut akan ditanda tangani oleh Kojima.

Patung ini telah masuk kedalam masa pre-order. Kojima sendiri menyediakan metode pembayaran secara dicicil yang dimana DP dimulai dari USD 200 dan cicilan perbulan sebesar USD 225.

Walaupun Meraih Kesuksesan Di Super Mario Run, Saham Nintendo Terus Merosot

Popularitas Super Mario Run dapat dikatakan terus melesat dihitung pertama kali diluncurkan akan tetapi trend positif tersebut tidak diikuti oleh pengembang game ikonik tahun 90-an tersebut, Nintento. Hal ini dikarenakan saham salah satu raksasa konsol yang berasal dari Jepang tersebut terus merosot.

Padahal dalam 4 hari pertamanya, Super Mario Run telah diunduh sebanyak 40 juta kali. Dikutip dari Business Insider, salah satu majalah dan juga portal berita bisnis terkemuka dunia tersebut menyebut bahwa Super Mario Run belumlah cukup untuk mendongkrat Nintendo ataupun memuaskan para investor dari Nintendo.

Pergerakan yang tidak normal ini berbanding terbalik dengan periode ketika Pokemon Go naik daun. Ketika itu saham Nintendo juga terdongkrak naik berkat game yang dikembangkan oleh Niantic Labs tersebut padahal Nintendo pada saat ini tidak terlibat dalam pengembangan hanya bersifat sebagai pemiliki Hak Cipta Pokemon.
Walaupun Meraih Kesuksesan Di Super Mario Run, Saham Nintendo Terus Merosot
Penyebabnya di sinyalir terdapat pada keputusan Nintendo untuk menjual putus Super Mario Run seharga USD 10 kepada pemain ataupun gamers yang ingin bermain game ini. Super Mario Run adalah game yang tersedia dalam 2 mode yaitu mode gratis yang dimana pemain hanya dapat memainkan 3 level diawal dan mode kedua adalah mode berbayar yang dimana pemain dapat bermain semua level yang disediakan.

Berbeda dengan Super Mario Run, Pokemon Go tersedia secara gratis untuk dimainkan akan tetapi terdapat sistem in-app purchase yang dimana dapat pemasukan terus menerus dari para pemainnya yang membutuhkan PokeCoin yang harus di beli atau diisi dengan uang asli.

Dari sisi ini, sepertinya para investor melihat bahwa pembuat Pokemon Go lebih mengerti keadaan pasar game mobile. Hal ini dikarenakan game sejenis Pokemon G0 dapat terus mengeruk uang dari konsumen yang ingin memberli PokeCoin atau istilahnya adalah cash item dari pada Super Mario Run yang hanya dapat menghasilkan pemasukan pada tahap awal.